Hari Yang Diharamkan Untuk Berpuasa

Hari Yang Diharamkan Untuk Berpuasa sangat patut diketahui oleh kalangan muslim. Pasalnya, bisa saja di hari yang dimaksudkan tersebut, kita melakukan puasa yang justru malah haram.

Tulisan ini juga sekaligus sebagai pelengkap postingan Hari Yang Disunnahkan Untuk Puasa. Sehingga kita pun lebih paham antar keduanya.

Seperti dikutip dari Wikipedia, waktu haram puasa merupakan waktu dimana umat Islam dilarang untuk berpuasa.

Hari Yang Diharamkan Untuk Berpuasa

Sebagai hikmahnya, pada saat semua orang bergembira, seseorang tersebut juga perlu ikut bersama merayakannya.

Dengan kata lain, berpuasa bisa ditunda pada hari yang dikatakan lebih baik dan bisa memberikan manfaat bagi tubuh ataupun lingkungan sekitar.

Hari Yang Diharamkan Untuk Berpuasa

Yang menjadi pertanyaan adalah, kapan waktu yang dinyatakan haram untuk berpuasa tersebut? Setidaknya ada 5 poin yang ditekankan.
  1. Berpuasa pada Hari Raya Idul Fitri, yakni di tanggal 1 Syawal.
  2. Berpuasa pada Hari Idul Adha, yakni tanggal 10 Zulhijjah.
  3. Berpuasa pada hari-hari Tasysrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.
  4. Berpuasa pada hari yang diragukan, seperti halnya sudah tanggal 1 Ramadhan atau belum (was-was).
  5. Berpuasa ketika sedang berhalangan, seperti Menstruasi untuk kaum hawa.

Terlepas dari 5 poin yang sudah kami sebutkan tersebut, terdapat pula waktu dimana umat Islam dianjurkan untuk tidak menjalani puasa.

Seperti halnya pada saat ada kerabat atau teman yang tengah mengadakan pesta syukuran atau pernikahan.

Pada dasarnya, hukum berpuasa pada hari yang sudah disebutkan tersebut bukanlah haram, melainkan lebih identik dengan makruh.

Pasalnya Allah SWT tidak suka ketika seseorang hanya memikirkan kehidupan akhirat saja, namun untuk kehidupan dunia, seperti sosial dan lingkungan sekitar justru terbengkalai.

Untuk keterangan yang lebih detail, berikut rincian yang sudah kami rangkum dari Id.Wikipedia.Org. Simak baik-baik ya!

1. Hari Raya Idul Fitri

Pada tanggal 1 Syawal, sudah ditetapkan sebagai hari raya bagi umat Islam. Hari tersebut merupakan hari kemenangan yang harus dirayakan dengan suka cita.

Oleh karena itu, syariat sudah mengatur bahwa pada hari tersebut, tidak diperkenankan bagi seseorang untuk berpuasa, sehingga sampai pada tingkat haram.

Meskipun tidak ada makanan yang bisa dikonsumsi, setidaknya harus membatalkan puasa atau tidak berniat untuk berpuasa.

2. Hari Raya Idul Adha

Sama halnya Idul Fitri, Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah juga sebagai hari raya untuk umat Islam.

Pada hari itu, diharamkan untuk berpuasa serta umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban serta membagikannya pada kalangan fakir miskin serta kerabat dan keluarga.

Tujuannya tidak lain ialah untuk kesemuanya bisa ikut merasakan kegemberiaan dengan menyantap hewan qurban serta merayakan hari besar.

3. Hari Tasysrik

Hari tasysrik ini jatuh pada tanggal 11,12,dan 13 bulan Zulhijjah. Selama tiga hari tersebut, umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha, sehingga diharamkan untuk berpuasa.

Akan tetapi, ada pula sebagian pendapat yang menyebut bahwa hukumnya makruh, bukan puasa yang haram. Pasalnya masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dam haji, puasa 3 hari selama menjalani ibadah haji.

4. Puasa Sehari Pada hari Jumat

Puasa ini dinyatakan haram jika tanpa didahului dengan hari sebelumnya atau sesudahnya. Terkecuali ada kaitan dengan puasa sunnah lain, seperti sunah nabi Daud, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak.

Sehingga ketika jatuh di hari Jumat untuk giliran berpuasa, maka masih dibolehkan. Dan sebagian ulama, tidak sampai mengharamkan secara mutlak, tapi hanya bersifat makruh.

5. Puasa Pada Hari Syak

Hari syak tepat pada tanggal 30 Sya'ban jika orang-prang ragu tentang awal bulan Ramadhan. Hal tersebut dikarenaakan hilal (bulan) masih belum tampak (terlihat).

Pada saat itu, masih tidak jelas apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau masih belum. Karena ketidak-jelasan ini, maka disebut dengan nama Syak.

Jika secara syar'i, umat Islam dilarang berpuasa pada hari tersebut. Akan tetapi, terdapat pula yang mempunyai pendapat tidak mengharamkan, namun hanya pada posisi makruh.

6. Puasa Selamanya

Meski mengaku gagah, kuat atau sejenisnya, namun seseorang diharamkan berpuasa setiap hari. Sehingga tubuh kuat tidak bisa dijadikan alasan.

Secara syar'i, puasa seperti itu dilarang oleh Islam. Sehingga untuk memperbanyak puasa, rasulullah menyarankan untuk berpuasa seperti puasa Nabi Daun as, yakni sehari puasa dan sehari tidak.

7.Wanita Haidh Atau Nifas

Kaum hawa yang tengah haid atau sedang nifas, diharamkan untuk menjalankan puasa. Hal tersebut dikarenakan kondisi tubuhnya tengah dalam keadaan tidak suci dari hadats besar.

Jika masih tetap ingin menjalankan puasa, maka hanya akan memperoleh dosa (hukumnya haram). Khususnya ketika masuk bulan Ramadhan.

Hal tersebut bukan berarti diperbolehkan untuk bebas makan dan minum sepuasnya, melainkan harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan, serta wajib mengganti di hari lainnya.

8. Puasa Sunnah Tanpa Izin Suami

Seorang istri bisa bebas menjalankan puasa sunnah, namun harus dengan seizin suami terlebih dahulu. Dan ketika sudah mendapat izin, maka boleh untuk berpuasa.

Akan tetapi, beda lagi jika suami tidak memberikan izin, namun masih tetap melanjutkan puasa, maka puasanya haram secara syar'i.

Pada kondisi tersebut, suami mempunyai hak untuk memaksa istrinya berbuka puasa. Terkecuali jika sudah mengetahui jika suaminya dalam kondisi tidak butuh. Semisal, saat suami bepergian, atau dalam keadaan ihram haji, umrah, atau tengah beri'tikaf.

Sabda rasulallah SAW, tidak halal bagi wanita untuk berpuasa tanpa izin suami sedangkan suaminya ada didepannya.

Karena hak suami hukumnya wajib untuk ditunaikan dan merupakan fardhu bagi isteri, sedangkan puasa hukumnya hanya sunnah. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan hanya untuk mengejar sunnah.

Demikianlah sedikit ulasan terkait Hari Yang Diharamkan Untuk Berpuasa. Semoga bisa bermanfaat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel